General Manager Pelindo Regional II Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, mengungkapkan pengerukan telah dilakukan hingga mencapai kedalaman 6,5 meter Low Water Spring (LWS). Meski demikian, volume pasir yang kembali masuk ke alur masih cukup besar.
“Setiap hari ada sekitar 2.000 sampai 5.000 metrik ton pasir yang kembali masuk ke alur pelabuhan,” kata Dimas, Rabu (25/3/2026).
Untuk menjaga agar jalur pelayaran tetap dapat dilalui, Pelindo mengoperasikan kapal khusus yang siaga melakukan perawatan kedalaman alur. Upaya ini dilakukan sambil menunggu pengerukan lanjutan yang ditargetkan mencapai kedalaman ideal 12 meter LWS.
Saat ini, kapal dengan draft sekitar 6,2 meter masih menjadi batas maksimal yang dapat bersandar di pelabuhan tersebut. Kondisi ini membuat pengendalian sedimentasi menjadi hal yang sangat krusial.
Sebagai solusi jangka panjang, Pelindo tengah mengkaji pembangunan fasilitas penangkap pasir atau sand trap. Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi volume pasir yang masuk ke area kolam pelabuhan.
Pelindo juga telah menyiapkan lahan seluas 30 hektar untuk menampung material hasil pengerukan. Dari hasil kajian awal, sand trap diproyeksikan mampu menahan hingga 80 persen material pasir.
Sementara itu, sisa material yang masih masuk akan ditangani melalui pengerukan rutin yang dijadwalkan secara berkala.
Selain itu, percepatan pengerukan skala besar terus dilakukan dengan dukungan pendanaan dari Instruksi Presiden (Inpres). Pelindo menargetkan kedalaman alur mencapai 12 meter LWS dapat terealisasi pada Juli 2026.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus kapal serta meningkatkan daya saing Pelabuhan Pulau Baai sebagai pintu gerbang logistik di Bengkulu.

Social Header