Pelaksana Tugas (Plt) Komisaris Utama Bank Bengkulu, Riduan, mengatakan saat ini proses pengisian dua posisi direksi yang masih kosong telah memasuki tahap penilaian regulator. Pihaknya telah mengusulkan nama calon kepada OJK dan tinggal menunggu pelaksanaan uji kelayakan.
“Posisi yang masih kosong adalah Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan. Insya Allah uji kemampuan dan kepatutan oleh OJK akan dilaksanakan setelah Lebaran,” ujar Riduan.
Ia menjelaskan, dua nama yang diusulkan untuk mengikuti uji tersebut yakni Agus Sabarudin dan Iswahyudi yang saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas direktur utama.
Menurutnya, penentuan Direktur Utama akan bergantung pada hasil uji kelayakan dari OJK. Apabila kedua calon dinyatakan memenuhi syarat, maka pemegang saham akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menetapkan satu nama sebagai Direktur Utama.
Namun, jika hanya satu calon yang dinyatakan lolos, maka proses penetapan dapat dilakukan langsung tanpa melalui RUPS lanjutan.
“Jika keduanya disetujui, akan dilakukan RUPS untuk menentukan Direktur Utama. Namun jika hanya satu yang disetujui, maka bisa langsung dilantik,” jelasnya.
Riduan menambahkan, mekanisme pengusulan dan penilaian untuk posisi Direktur Utama maupun Direktur Kepatuhan dilakukan dalam satu paket proses oleh OJK.
Ia berharap seluruh tahapan berjalan lancar sehingga kekosongan jabatan direksi di Bank Bengkulu segera terisi dan mampu memperkuat manajemen dalam menjalankan operasional perusahaan.
Dengan terisinya posisi direksi secara lengkap, kinerja dan tata kelola Bank Bengkulu diharapkan semakin optimal ke depan.
Uji Kelayakan Direksi Bank Bengkulu Digelar Usai Lebaran, Dua Nama Diusulkan Jadi Dirut
Bengkulu – Proses pengisian jabatan strategis di Bank Bengkulu masih berlangsung. Uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap dua calon direksi dijadwalkan dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

