Punya 11 Binaan Kopi Premium, BI Sebut Kopi Bengkulu Punya Modal SDM dan Kualitas


Bengkulu — Kopi Bengkulu dinilai memiliki modal yang cukup kuat untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan berdaya saing, mulai dari kualitas produk hingga sumber daya manusia. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Wahyu, mengatakan potensi tersebut perlu diperkuat melalui pembinaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha dan perluasan akses pasar.

Hal itu Wahyu sampaikan dalam Festival Kopi Kepahiang, di halaman kantor Bupati Kepahiang, Senin 7 September 2026.

Menurut Wahyu, perhatian terhadap sektor kopi tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia. Sepanjang 2026, sebanyak 11 UMKM kopi Bengkulu dengan produk kategori premium dan fine telah mengikuti berbagai kegiatan yang difasilitasi BI.

Produk kopi Bengkulu juga dibawa ke sejumlah daerah untuk mengikuti kompetisi dan ajang promosi. Sejumlah produk bahkan berhasil meraih prestasi, sementara pengembangan kualitas barista turut dilakukan dengan mengikutsertakan barista Bengkulu dalam kompetisi tingkat regional Sumatera.

“Ini menjadi modal yang luar biasa. Harapannya kopi Bengkulu bisa terjaga kualitasnya, terjaga produksinya, termasuk kontinuitasnya,” ujar Wahyu.

Ia menyebut ekosistem pendukung industri kopi di Bengkulu saat ini sudah cukup lengkap. Unsurnya meliputi petani, UMKM, eksportir, perbankan, pemerintah hingga akademisi yang dapat berperan dalam memperkuat pengembangan kopi dari hulu hingga hilir.

“Seluruh sarana infrastruktur sudah kumpul semua di sini. Sehingga menurut saya tinggal kita lari kencang. Itu cuma masalah keinginan dan masalah waktu,” pungkasnya.

Dukungan terhadap pelaku usaha kopi juga terlihat dari pembinaan BI terhadap sejumlah UMKM, di antaranya Bermani Coffee asal Kabupaten Rejang Lebong dan IKM Sumber Hayati dari Kabupaten Kepahiang. Pembinaan tersebut memberikan manfaat berupa peningkatan kapasitas usaha, wawasan, jejaring pemasaran hingga dukungan fasilitas produksi.

Owner Bermani Coffee, Adi Negoro, mengatakan pembinaan BI membantu produknya memperluas pasar sekaligus membuka jejaring dengan calon mitra dari berbagai daerah. Saat ini, produk Bermani Coffee telah dipasarkan ke sejumlah wilayah di Sumatera, Jawa hingga Kalimantan.

Bermani Coffee yang berada di Desa Purwodadi, Kecamatan Bermani Ulu, memiliki kapasitas penyediaan hingga sekitar 10 ton green bean per tahun. Bahan bakunya berasal dari kebun sendiri serta hasil produksi petani kopi di sekitar wilayah tersebut.

Selain pemasaran, Adi menyebut pembinaan BI juga membantu penguatan proses produksi. Bermani Coffee sebelumnya mendapatkan bantuan mesin packing yang membuat proses pengemasan produk menjadi lebih cepat dan efisien.

Sementara itu, manfaat pembinaan BI juga dirasakan IKM Sumber Hayati yang dikelola Nurhayati di Kabupaten Kepahiang. Menurutnya, program tersebut memberikan tambahan pengetahuan sekaligus kesempatan mengikuti bootcamp dan capacity building untuk meningkatkan kemampuan mengelola usaha.

IKM Sumber Hayati mengembangkan dua lini usaha, yakni batik dan kopi, dengan lokasi produksi berbeda. Produksi kopi dilakukan di Bandung Jaya, sedangkan produksi batik berlangsung di Tebat Monok.

Untuk komoditas kopi, IKM Sumber Hayati mampu memproduksi sekitar 250 kilogram per bulan. Produk yang dihasilkan terdiri dari kopi Arabika dan Robusta yang diproses secara terpisah.

Produk kopi kemudian dipasarkan melalui marketplace dan media sosial seperti Instagram, Facebook serta TikTok. Penjualan juga dilakukan secara langsung melalui rumah produksi dan kerja sama dengan pelaku usaha lainnya.

© Copyright 2022 - Wartabisnis.id | Bisnis Mendunia