Lima peluang tersebut tersebar pada sektor perindustrian, pertanian, dan pariwisata yang dinilai memiliki potensi mendorong penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan nilai tambah komoditas daerah.
Investasi terbesar berasal dari pembangunan Pabrik Minyak Goreng di Bengkulu Utara senilai Rp345,42 miliar dan Integrated Nursery Farming System senilai Rp95,20 miliar.
Sektor perindustrian menyumbang sekitar 73 persen dari total nilai investasi, terutama melalui proyek pabrik minyak goreng yang diarahkan untuk memperkuat hilirisasi industri sawit.
Sementara sektor pertanian diperkuat proyek Integrated Nursery Farming System yang diharapkan menopang ketersediaan bibit dan pertanian berkelanjutan.
Di sektor pariwisata, terdapat tiga peluang investasi dengan total nilai Rp32,52 miliar, yakni Laguna Waterpark and Resort di Kaur Rp19,10 miliar, Wisata Ikan Larangan di Seluma Rp7,04 miliar, serta Desa Wisata Cemoro Sewu Kungkai Baru di Seluma Rp6,37 miliar.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu menyebut perkembangan tersebut menunjukkan ekonomi daerah mulai bergerak dari ketergantungan pada sektor primer menuju hilirisasi komoditas dan sektor jasa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.



Social Header