Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan pelatihan barista dan kewirausahaan akan terus didorong melalui program pembinaan BI. Jurnalis yang memiliki passion di bidang kopi dipersilakan mengikuti pelatihan dan mengembangkan potensinya.
Hal itu disampaikan Wahyu dalam kegiatan Journalist Coffee Experience di kafe kawasan objek wisata Danau Mas Harun Bastari, Kabupaten Rejang Lebong. Dalam kegiatan tersebut, wartawan tidak hanya mendapatkan informasi tentang kopi Bengkulu, tetapi juga diberi pengalaman langsung membuat dan menyajikan kopi.
“Buat wartawan yang punya passion, apalagi setelah mencoba langsung dan tertarik, silakan,” kata Wahyu. Menurutnya, BI dapat memberikan pembinaan sepanjang peserta menunjukkan keseriusan untuk mengembangkan usaha.
Wahyu mengatakan pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan yang melibatkan barista binaan dan mitra BI. Jurnalis yang serius bahkan dapat mengembangkan usaha secara berkelompok sehingga peluang untuk mendapatkan pendampingan menjadi lebih terbuka.
“Sepanjang nanti kita melihat ada keseriusan, apalagi nanti bisa berkelompok dan seterusnya, kita bisa ikut bina juga,” ujarnya. Ia menilai sektor kopi terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar dan mengembangkan usaha.
Menurut Wahyu, pengembangan barista juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kopi Bengkulu dari hulu hingga hilir. Selain meningkatkan keterampilan, BI mendorong pelaku usaha agar memiliki akses pembiayaan untuk mengembangkan bisnis.
BI sebelumnya juga mempertemukan perbankan dengan pelaku UMKM kopi untuk membuka peluang pembiayaan. Akses tersebut mencakup petani kopi di sektor hulu, pelaku usaha dan barista di sektor hilir hingga kebutuhan pembiayaan untuk ekspor.
Wahyu mengatakan kopi merupakan komoditas strategis dan unggulan Bengkulu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha harus berjalan bersama dengan promosi dan perluasan pasar kopi Bengkulu.
Ia berharap jurnalis yang mengikuti Journalist Coffee Experience tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga melihat peluang ekonomi dari sektor kopi. Pengalaman langsung tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak pihak mengenal dan mengembangkan kopi Bengkulu.
“Kopi itu terbuka buat siapapun, teman-teman yang sudah berkecimpung di kopi silakan. Kita dorong lagi, kasih pelatihan lagi,” ujar Wahyu.




Social Header