Direktur LPK Kaizu Hamagi Gakkou Bengkulu, Afrianto Santoso, mengatakan penjajakan kerja sama telah dilakukan dengan beberapa SMK di Kabupaten Bengkulu Tengah. Sekolah yang saat ini masuk dalam penjajakan yakni SMKN 3, SMKN 4 dan SMKN 2 Bengkulu Tengah, bukan SMKN 5.
Kerja sama tersebut salah satunya diarahkan pada pengenalan dunia kerja Jepang serta pemberian pembelajaran bahasa Jepang dasar kepada siswa. Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan sudah memiliki gambaran mengenai proses yang harus ditempuh jika ingin melanjutkan karier ke Jepang setelah lulus.
Afrianto mengatakan hubungan dengan sekolah di Bengkulu Tengah juga didukung oleh keberadaan alumni yang sebelumnya berhasil berangkat ke Jepang melalui LPK Kaizu maupun sending organization (SO). Hal ini menjadi salah satu alasan pihaknya mendorong kerja sama yang lebih berkelanjutan dengan sekolah.
“Dari pihak SMK itu sudah ada alumni sekolah mereka yang berangkat ke Jepang melalui LPK Kaizu atau melalui pihak SO. Jadi, hubungannya bisa lebih erat lagi dengan SMK,” kata Afrianto.
Untuk SMK di wilayah lain, LPK Kaizu masih melakukan pendekatan awal melalui pengajuan sosialisasi kepada pihak sekolah. Setelah memperoleh jadwal, pihak LPK akan memaparkan mekanisme pelatihan, peluang kerja ke Jepang serta membahas kemungkinan program bersama dewan guru.
Salah satu bentuk kerja sama yang ditawarkan adalah pembelajaran tambahan bahasa Jepang di sekolah. Materi diberikan di luar jam pelajaran utama dan difokuskan pada kemampuan dasar yang dapat menjadi modal awal siswa sebelum mengikuti pelatihan secara lebih intensif di LPK.
Menurut Afrianto, pembekalan sejak sekolah diharapkan dapat mengurangi kesulitan siswa saat masuk ke tahap pelatihan setelah lulus. Siswa juga memiliki waktu lebih panjang untuk beradaptasi dengan bahasa dan persiapan kerja sebelum menjalani proses keberangkatan ke Jepang.
Siswa dari sekolah yang nantinya resmi menjalin kerja sama juga mendapat keringanan biaya ketika melanjutkan pelatihan di LPK Kaizu. Fasilitas pelatihan mencakup seragam, modul pembelajaran dan alat tulis yang telah menjadi bagian dari biaya pelatihan.



Social Header