Edi mengapresiasi langkah Pelindo yang mulai memperbaiki sejumlah titik jalan yang selama ini dikeluhkan pengguna jasa pelabuhan. Jalur tersebut setiap hari dilalui kendaraan berat, termasuk truk angkutan batu bara dan kendaraan yang menuju Dermaga Samudra.
“Kami mengapresiasi langkah Pelindo memperbaiki jalan di kawasan Pelabuhan Pulau Baai. Jalan ini merupakan urat nadi pergerakan logistik dan selama ini pengguna jasa banyak mengeluhkan kondisinya,” ujar Edi Hariyanto, Minggu (20/9/2026).
Namun, Edi meminta perbaikan tidak berhenti pada sejumlah titik atau dilakukan secara parsial. Ia berharap Pelindo memiliki target yang jelas untuk menuntaskan jalan tersebut hingga ke ujung Dermaga Samudra sehingga pergerakan kendaraan logistik dapat berlangsung lebih lancar.
“Kalau memang jalan ini menjadi jalur utama logistik, jangan hanya diperbaiki secara parsial atau bertahap. Kami berharap Pelindo menuntaskannya sampai ke Dermaga Samudra,” ujarnya.
Menurut Edi, pembenahan jalan akan berdampak langsung terhadap efisiensi distribusi logistik. Jalan yang lebih baik dinilai dapat mengurangi waktu tempuh kendaraan sekaligus menekan biaya operasional angkutan.
“Dengan begitu, arus trucking bisa berjalan lebih lancar, waktu tempuh lebih efisien dan biaya logistik juga dapat ditekan,” katanya.
Edi menilai kondisi jalan merupakan bagian penting dari keberhasilan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Terlebih, program revitalisasi yang disampaikan Pelindo sebelumnya memiliki nilai investasi sekitar Rp1 triliun sehingga pembangunan infrastruktur pendukung juga harus menjadi perhatian.
“Kalau investasi revitalisasi pelabuhan mencapai sekitar Rp1 triliun, maka kita berharap pembangunan tidak hanya memperhatikan fasilitas utama pelabuhan, tetapi juga infrastruktur pendukungnya. Jalan menuju dermaga harus benar-benar mendukung seluruh aktivitas logistik,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Edi memandang Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran strategis bagi pengembangan ekonomi daerah. Menurutnya, jika kawasan tersebut diarahkan menjadi kawasan industri dan pusat logistik, pembangunan infrastrukturnya harus dilakukan secara terintegrasi.
“Pulau Baai harus kita pikirkan untuk jangka panjang. Kalau kawasan ini benar-benar diarahkan menjadi kawasan industri, maka infrastrukturnya harus siap dari sekarang. Jangan sampai industrinya datang, tetapi jalan dan fasilitas logistiknya belum siap,” katanya.
Edi berharap perbaikan jalan yang saat ini dilakukan Pelindo menjadi awal pembenahan infrastruktur secara menyeluruh di kawasan pelabuhan. Ia juga mendorong penguatan koordinasi antara Pelindo, KSOP, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu dan para pengguna jasa pelabuhan.
“Kami dari DPRD Kota Bengkulu tentu mendukung pembenahan Pelabuhan Pulau Baai. Tetapi dukungan itu harus diikuti dengan pengawasan agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi kelancaran logistik dan pertumbuhan ekonomi Bengkulu,” ucapnya.
Sementara itu, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menyampaikan perbaikan menyasar sejumlah titik yang selama ini menjadi kendala bagi kelancaran kendaraan logistik. Pekerjaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga standar keamanan dan kenyamanan di area operasional pelabuhan.
“Pekerjaan dilakukan dengan skema bertahap agar tidak mengganggu aktivitas bongkar muat maupun pelayanan kapal yang berlangsung setiap hari. Tim teknis lebih dulu memetakan titik-titik jalan yang rawan kerusakan, kemudian menuntaskan perbaikan sesuai standar konstruksi pelabuhan sebelum beralih ke tahap penyelesaian akhir,” ujarnya.



Social Header