Kegiatan yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, stakeholder penerbangan, serta mitra kerja bandar udara tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan kesiapan bersama dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan maupun keadaan darurat di lingkungan bandar udara.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguji efektivitas komando, koordinasi, komunikasi, pengambilan keputusan, serta pemahaman tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur ketika menghadapi kondisi darurat, melalui simulasi berbasis skenario yang dilaksanakan dalam format Tabletop Exercise.
Airport Security, Rescue & Fire Fighting Department Head Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Niswardi, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan ketentuan sekaligus upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur yang tergabung dalam komite.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh anggota komite dapat berperan aktif, memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta memberikan masukan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kesiapsiagaan secara berkelanjutan,” ujar Niswardi.
Sementara itu, General Manager Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu selaku Ketua Komite Keamanan dan Keselamatan Bandar Udara, Trisna Wijaya, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kondisi darurat.
“Latihan ini untuk mengukur dan meningkatkan komando, koordinasi, dan komunikasi. Dari latihan ini akan terlihat siapa berbuat apa, baik dalam simulasi maupun sebagai kesiapan menghadapi kondisi yang sebenarnya,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi terkait Airport Contingency Plan dan Airport Emergency Plan. Materi rapat komite disampaikan oleh M. Ridho Hari Wibowo dan Sandi Warsono, yang memberikan pemahaman mengenai aspek keamanan dan keselamatan serta mekanisme penanganan kondisi darurat di bandar udara.
Selanjutnya, penyampaian skenario Tabletop Exercise dilakukan oleh Andi Agusman Putra dan Alpaja Kristian Adinata. Skenario tersebut menjadi dasar bagi seluruh peserta untuk melakukan simulasi pengambilan keputusan serta menguji mekanisme koordinasi dan komunikasi antarunsur dalam menghadapi situasi yang telah ditentukan.
Dalam pelaksanaannya, Tabletop Exercise menghadirkan dua skenario, yakni skenario keselamatan penerbangan berupa kecelakaan pesawat akibat landing gear patah setelah menabrak hewan liar yang kemudian menyebabkan kebakaran pada salah satu mesin pesawat, serta skenario keamanan penerbangan berupa aksi demonstrasi di sekitar kawasan bandar udara yang dipicu oleh kelangkaan BBM dan adanya informasi keberangkatan salah satu pejabat melalui bandar udara.
Pelaksanaan simulasi dipandu langsung oleh Niswardi selaku Airport Security, Rescue & Fire Fighting Department Head, dengan melibatkan seluruh unsur sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu tidak hanya menguji kesiapan prosedur dan sumber daya, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas instansi sebagai bagian dari upaya mewujudkan operasional bandar udara yang aman, selamat, tanggap, dan berkesinambungan.



Social Header