Dalam simulasi tersebut, Destomson melakukan pembayaran dengan nominal hanya 0,01 dolar Singapura atau sekitar Rp100 lebih. Transaksi itu menjadi bagian dari edukasi Bank Indonesia kepada masyarakat mengenai kemudahan pembayaran digital lintas negara.
"Caranya mudah, tinggal scan langsung keluar nominal pembayaran. Belanja jadi lebih praktis," tuturnya.
Pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Hendri Wahyudi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus memeriahkan Pekan QRIS Nasional.
“Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat sekaligus meramaikan Pekan QRIS Nasional,” ujar Hendri.
Pada kegiatan di BIM, Bank Indonesia memperagakan bagaimana QRIS dapat digunakan untuk transaksi lintas negara, termasuk pembayaran antara Indonesia dengan Singapura serta Indonesia dengan Jepang. Masyarakat diperlihatkan bahwa transaksi dapat dilakukan menggunakan aplikasi pembayaran yang telah mendukung layanan QRIS.
Pengguna cukup membuka aplikasi mobile banking atau dompet digital yang mendukung QRIS, seperti BCA Mobile, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, DANA, OVO, LinkAja maupun ShopeePay.
Untuk transaksi dengan Singapura, pengguna dapat memindai kode QR pedagang yang menggunakan jaringan pembayaran seperti NETS atau PayNow. Setelah kode dipindai, sistem akan menampilkan nominal pembayaran dalam rupiah berdasarkan kurs yang berlaku saat transaksi.
Melalui simulasi tersebut, masyarakat di Bengkulu dapat melihat langsung bagaimana QRIS tidak hanya digunakan untuk pembayaran di dalam negeri, tetapi juga dapat menjadi sarana transaksi saat melakukan pembayaran di negara mitra.
Pekan QRIS Nasional di Bengkulu pun menjadi momentum Bank Indonesia untuk memperkenalkan perkembangan sistem pembayaran digital kepada masyarakat. Edukasi ini diharapkan membuat penggunaan QRIS semakin dipahami, termasuk untuk kebutuhan transaksi lintas negara Indonesia–Singapura dan Indonesia–Jepang.



Social Header