BI Bengkulu Catat Transaksi UMKM Rp955 Juta di KKI 2026


Bengkulu — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu memfasilitasi 32 UMKM unggulan daerah dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Keikutsertaan tersebut membukukan total transaksi penjualan mencapai Rp955.491.033.

KKI 2026 digelar Bank Indonesia pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BI mendorong UMKM agar bangkit, tangguh, berdaya saing, dan mampu naik kelas.

Sebanyak 32 UMKM Bengkulu mengikuti KKI 2026 melalui kanal daring, sedangkan enam UMKM tampil secara luring di JICC. Enam UMKM tersebut terdiri atas dua pelaku usaha wastra serta empat UMKM makanan dan minuman.

Pada kategori wastra, Batik Kagano menampilkan kain khas Bengkulu, sementara Swarnabumei menghadirkan produk ready to wear dengan mengangkat motif besurek dan bunga raflesia. Sementara sektor makanan dan minuman diwakili CV Jaya Rasa Bengkulu, Giwigewi, Kerupuk Keite, dan Sari Aren.

Selain pameran, BI Bengkulu memfasilitasi UMKM daerah untuk terhubung dengan rantai pasok korporasi melalui business matching ekspor. Kopi Bukit Barisan berhasil menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Indonesia Specialty Coffee untuk pembelian awal 500 kilogram Kopi Robusta Bengkulu senilai Rp35,5 juta.

UMKM Bengkulu lainnya yang mengikuti business matching antara lain Pak Sahid Coffee, Lestari Coffee, dan CV Jaya Rasa Bengkulu. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang UMKM Bengkulu masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan capaian tersebut menunjukkan produk UMKM Bengkulu semakin siap bersaing dan bermitra dengan korporasi. Menurutnya, transaksi dan kontrak kemitraan yang tercapai menjadi bukti bahwa program pembinaan mampu mendorong UMKM naik kelas.

“Kehadiran 32 UMKM Bengkulu di KKI 2026, baik di sektor wastra, kriya, makanan dan minuman maupun kuliner, adalah manifestasi dari program pembinaan yang konsisten,” ujar Wahyu. Ia menyebut produk kopi Bengkulu dan UMKM lainnya mulai mampu merespons Gerakan Korporasi Gandeng UMKM serta membuka peluang pembiayaan dan integrasi ke rantai nilai berskala nasional.

Secara nasional, KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM melalui pameran daring. Bank Indonesia juga menargetkan business matching omzet dan ekspor sebesar Rp446,9 miliar serta business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, sebesar Rp212,8 miliar.

KPw BI Bengkulu mengajak pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi antara korporasi, perbankan, dan pelaku usaha daerah. Sinergi tersebut diharapkan membangun ekosistem yang memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh sekaligus menjadi penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

© Copyright 2022 - Wartabisnis.id | Bisnis Mendunia