Bengkulu - Anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M melanjutkan rangkaian Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) dengan menggelar pertemuan bersama masyarakat penggiat konten kreator Bengkulu di Rumah Aspirasi Destita, Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Jumat malam (15/5/2026).
Pertemuan ini menjadi ruang dialog langsung untuk menyerap aspirasi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif digital.
Destita menilai perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi konten kreator dalam mendukung promosi daerah, pengembangan UMKM, serta pertumbuhan ekonomi kreatif. Karena itu, kebutuhan komunitas kreatif dinilai penting untuk diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan daerah maupun nasional.
Dalam dialog tersebut, peserta menyampaikan perlunya pelatihan rutin terkait produksi konten digital, desain grafis, videografi, pemasaran digital, hingga pemanfaatan teknologi kreatif. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan peningkatan kualitas jaringan internet dan fasilitas digital yang memadai untuk mendukung aktivitas kreatif.
Konten kreator juga berharap adanya creative hub atau ruang kreatif sebagai pusat kolaborasi, pengembangan komunitas, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Mereka turut meminta dukungan pemerintah melalui program pembinaan usaha kreatif, perlindungan hak cipta, edukasi keamanan digital, serta keterlibatan dalam promosi wisata, budaya, dan UMKM Bengkulu.
Menanggapi aspirasi tersebut, Destita berkomitmen mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, kementerian terkait, serta komunitas kreatif guna memperkuat pengembangan ekonomi digital daerah. Aspirasi ini akan dibawa sebagai bahan rekomendasi kebijakan dalam mendukung transformasi ekonomi kreatif nasional.
Melalui Kundapil ini, Destita berharap generasi muda Bengkulu semakin berperan aktif dalam pembangunan ekonomi digital berbasis kreativitas dan inovasi. Dukungan kebijakan yang tepat diharapkan mampu menjadikan Bengkulu lebih kompetitif di sektor ekonomi kreatif digital.


Social Header