Tiga Hari Hilang, Istri di Kota Bengkulu Ngaku Ditekan, Ternyata Digerebek Bikin Video Bersama Pria Lain


Bengkulu – Malam di kawasan Tanah Patah, Kota Bengkulu, mendadak gempar. Sebuah kisah rumah tangga yang awalnya dibalut ketakutan, berubah menjadi drama penggerebekan yang menguak fakta mengejutkan, Selasa (24/3/2026).

Seorang suami berinisial H dibuat gelisah setelah istrinya, RC, tak kunjung pulang selama tiga hari. Kecurigaan bercampur kecemasan memuncak ketika RC mengaku berada dalam tekanan seorang pria yang disebut membawa senjata jenis airsoft gun. Namun, di balik cerita yang terdengar mencekam itu, tersimpan kenyataan yang jauh berbeda.

Berbekal laporan tersebut, aparat Polsek Ratu Samban bersama Polsek Ratu Agung bergerak cepat. Didampingi sang suami, petugas mendatangi sebuah penginapan yang diduga menjadi lokasi kejadian. Ketegangan memuncak saat pintu kamar dibuka—bukan ancaman yang ditemukan, melainkan RC tengah berduaan dengan pria lain.

Tak ada senjata. Tak ada ancaman. Dugaan yang semula mengarah pada tindak kriminal, seketika runtuh.

Justru dari penggeledahan, polisi menemukan sejumlah video tidak senonoh di dalam ponsel keduanya. Temuan itu menjadi pintu terbukanya fakta bahwa hubungan terlarang tersebut diduga telah berlangsung berulang kali, layaknya pasangan suami istri.

Keduanya pun langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Ratu Samban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Ratu Samban, AKP Dendi Putra, S.H., M.H., membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa laporan awal berupa dugaan pengancaman tidak terbukti setelah dilakukan pengecekan di lokasi.

“Tidak ditemukan senjata seperti yang dilaporkan. Saat ini penanganan kasus dilanjutkan oleh unit terkait,” ungkapnya.

Kasus ini kini ditangani Unit PPA Polresta Bengkulu. Suami sah RC telah resmi melaporkan kejadian tersebut, sementara kedua terduga masih dalam proses hukum.

Diketahui, RC merupakan ibu dari tiga anak dan berdomisili di Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban. Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik, bukan hanya karena penggerebekan yang dramatis, tetapi juga karena dugaan rekayasa cerita ancaman yang berujung terbongkarnya hubungan terlarang.

Penyelidikan masih terus berlanjut untuk mendalami kemungkinan adanya unsur pidana lain dalam kasus yang penuh intrik ini.

© Copyright 2022 - Wartabisnis.id - Berita Bisnis Nusantara