Warga Bengkulu Keluhkan Spam Pinjol Rupiah Cepat, Korban Terima Puluhan Telepon Sebulan

 


Bengkulu – Sejumlah masyarakat di Bengkulu mengeluhkan maraknya aktivitas pemasaran pinjaman online dari layanan Rupiah Cepat yang dinilai meresahkan. Salah satu korban, Topa (40), mengaku menerima puluhan panggilan spam setiap bulan meski tidak pernah mengajukan pinjaman.

Topa mengatakan telepon pemasaran tersebut terus menawarkan pinjaman dalam jumlah besar dengan bunga rendah. Kondisi ini dinilai mengganggu karena dilakukan berulang kali tanpa persetujuan dirinya sebagai penerima.

“Dalam sebulan bisa puluhan kali ditelepon. Padahal saya tidak pernah mengajukan pinjaman sama sekali,” ungkap Topa.

Menurutnya, nomor teleponnya diduga masuk dalam sistem karena pernah dicantumkan sebagai penjamin oleh salah satu kerabat yang mengajukan pinjaman melalui platform tersebut. Akibatnya, ia ikut terdampak oleh aktivitas penagihan maupun pemasaran pinjaman daring.

Lebih parah lagi, Topa mengaku namanya bahkan sempat masuk dalam daftar hitam BI Checking, meski dirinya tidak pernah menjadi peminjam langsung. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena dapat memengaruhi akses ke layanan keuangan formal.

Keluhan serupa datang dari Agus. meski terdaftar dalam aplikasi diakuinya tidak dapat mengajukan pinjaman lantaran tidak memiliki limit.

Hal ini menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap praktik pemasaran pinjaman daring agar tidak merugikan masyarakat yang tidak memiliki hubungan langsung sebagai debitur.

Masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat memberikan data pribadi atau menjadi penjamin pinjaman, karena berpotensi menimbulkan konsekuensi administratif dan gangguan privasi di kemudian hari.

© Copyright 2022 - Wartabisnis.id | Bisnis Mendunia