Breaking News

Pembiayaan BSI Tembus Rp52,58 Triliun dan Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas


Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program strategis. Dukungan tersebut meliputi pendampingan usaha, pembiayaan, penyediaan layanan BSI UMKM Center di sejumlah wilayah, hingga memfasilitasi pelaku UMKM untuk mengikuti berbagai pameran dan expo berskala nasional maupun internasional.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, kegiatan expo menjadi salah satu strategi efektif untuk mempertemukan UMKM binaan dengan calon pembeli, mitra bisnis hingga investor potensial. Melalui kegiatan tersebut, sejumlah UMKM binaan BSI bahkan berhasil menembus pasar internasional.

Menurut Erwan, hingga Desember 2025 pembiayaan UMKM BSI telah mencapai Rp52,58 triliun. Capaian ini didorong oleh berbagai kemudahan serta keunikan layanan pembiayaan syariah yang ditawarkan BSI, di antaranya skema pembiayaan murabahah atau jual beli serta musyarakah atau sharing modal kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

“Dalam setahun kami juga terus mendorong UMKM naik kelas melalui berbagai program seperti coaching clinic, mulai dari sertifikasi halal, pelatihan usaha, pendampingan agar UMKM menjadi bankable, pelatihan digitalisasi transaksi, literasi keuangan syariah hingga strategi branding,” ujar Erwan.

Sejumlah pelaku UMKM mengaku terbantu dengan berbagai dukungan yang diberikan BSI. Partisipasi dalam berbagai expo tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang jaringan distribusi yang lebih luas hingga kesempatan ekspor ke pasar luar negeri.

Ke depan, BSI berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, komunitas, dan asosiasi bisnis guna memperkuat ekosistem halal serta mempercepat pertumbuhan UMKM Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.

Erwan juga menegaskan kesiapan BSI untuk berpartisipasi dalam berbagai expo UMKM di berbagai wilayah. Salah satunya adalah kegiatan UMKM Ramadan Fair 2026 yang digelar Kementerian Keuangan di Jember, Probolinggo, dan Malang. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 75 UMKM binaan BSI dari berbagai sektor usaha seperti makanan dan minuman, fesyen, serta produk halal lainnya turut ambil bagian.

Dalam pameran tersebut, sebagai bentuk komitmen mendukung kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, BSI juga menyerahkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM penerima sektor 4P serta pelaku usaha dalam ekosistem pasar di wilayah Malang, Probolinggo, dan Jember.

Pada kesempatan yang sama, Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan turut mengajak BSI memperluas pertumbuhan pelaku usaha ultra mikro serta pembiayaan ekosistem yang memungkinkan penggunaan skema syariah.

Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan PIP Muhammad Yusuf menyatakan bahwa akses pembiayaan saja tidak cukup untuk mendorong UMKM naik kelas. Menurutnya, diperlukan ekosistem terintegrasi yang mencakup pendampingan, peningkatan kapasitas, serta fasilitas pasar seperti yang disediakan oleh PIP.

Ia menambahkan, pameran UMKM yang digelar di tiga kota di Jawa Timur tersebut menjadi salah satu cara menghubungkan produk UMKM dengan konsumen maupun calon pembeli potensial sebagai bagian dari rantai pasok, sekaligus mendorong transaksi dan membuka peluang jaringan bisnis bagi pelaku UMKM.

© Copyright 2022 - wartabisnis.id