Kepala BPTD Kelas III Bengkulu, Dinda, mengatakan ratusan bus tersebut berasal dari sejumlah perusahaan otobus yang selama ini melayani rute perjalanan dari dan menuju Bengkulu, baik antar kota maupun antar provinsi.
“Ada sekitar 128 bus AKAP dan juga bus pariwisata yang akan melayani masyarakat selama angkutan Lebaran,” ujar Dinda di Bengkulu, Senin.
Beberapa perusahaan otobus yang akan beroperasi di antaranya CSH, Putra Rafflesia, SAN, serta sejumlah operator lainnya. Selain itu, terdapat juga operator baru yang membuka rute ke Bengkulu, yakni MIYOR.
Menurut Dinda, seluruh armada yang akan melayani angkutan Lebaran wajib menjalani pemeriksaan kelaikan kendaraan guna memastikan kondisi bus benar-benar layak jalan sebelum mengangkut penumpang.
Pemeriksaan tersebut meliputi berbagai komponen penting kendaraan yang berkaitan dengan keselamatan operasional, seperti sistem rem, lampu, ban, hingga kelengkapan keselamatan lainnya.
Ia menegaskan kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan tidak akan diizinkan beroperasi sampai seluruh kekurangan yang ditemukan diperbaiki oleh operator.
Namun demikian, jika kekurangan yang ditemukan hanya berkaitan dengan perlengkapan tertentu seperti alat pemadam api ringan (APAR) atau perlengkapan pendukung lainnya, operator masih diberikan waktu untuk melengkapinya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada yang melayani masyarakat selama periode mudik Lebaran berada dalam kondisi aman dan siap beroperasi.
Dengan kesiapan armada tersebut, BPTD Bengkulu berharap pelayanan transportasi bagi masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang.
