Senator Destita Ajak Gen Z Bijak Bermedia Sosial Cegah Masalah Kesehatan Mental


Bengkulu – Senator asal Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., menjadi salah satu narasumber utama dalam Seminar Nasional Kesehatan Mental bertema “The Great Digital Detox: Mengelola Digital Anxiety di Era Media Sosial bagi Gen Z” yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, Selasa (22/10), di Gedung Auditorium kampus setempat.

Dalam pemaparannya, Senator Destita menyoroti fenomena meningkatnya kecemasan digital (digital anxiety) di kalangan generasi muda akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Ia menjelaskan, ada tiga pemicu utama kecemasan yang dipicu layar digital, yakni social comparison, fear of missing out (FOMO), dan cyberbullying/trolling.

“Perbandingan sosial terjadi ketika seseorang merasa gagal karena melihat highlight reel atau kehidupan yang difilter orang lain. Dari situ muncul rasa takut tertinggal atau tidak dianggap (FOMO), dan berlanjut pada tekanan akibat kekerasan verbal di dunia maya,” jelas Destita.

Lebih lanjut, ia juga memberikan tips membangun batasan sehat dalam bermedia sosial. Menurutnya, penting bagi setiap individu untuk membatasi penggunaan media sosial maksimal dua jam per hari dan menghindari perbandingan buruk yang ada di medsos.

“Media sosial bisa menjadi sarana positif jika digunakan dengan kesadaran. Namun, jika tanpa kendali, justru menimbulkan tekanan psikologis. Kuncinya ada pada keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata,” tegas Destita.

Seminar ini juga menghadirkan narasumber lain seperti Dra. Reni Kusumawardhani, M.Psi., Psikolog, serta Ketua HIMPSI Bengkulu, Dr. Nelly Marhayati, M.Si., yang menekankan pentingnya literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa.

Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang mencapai ratusan orang, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi kesehatan mental. “Melalui seminar ini, kita ingin membantu generasi muda menemukan keseimbangan antara kehidupan digital dan realitas sosial yang sehat,” ujarnya.

© Copyright 2022 - Wartabisnis.id | Bisnis Mendunia