Piagam penghargaan diterima langsung oleh Manajer IBT Unib, Ridha Rizki Novanda, SE, M.Si.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas keaktifan IBT Unib dalam mengembangkan kewirausahaan dan membangun ekosistem bisnis berbasis inovasi. Capaian ini tentu menjadi kebanggaan bagi Universitas Bengkulu,” ujar Ridha, Kamis (16/10).
Ridha menjelaskan, AABI dan AIBI merupakan forum yang menghimpun inkubator bisnis dari berbagai negara dan memiliki jejaring internasional yang kuat. Pada ajang tahun ini, Wuxi National Software Park China dinobatkan sebagai Incubator of The Year.
Penghargaan yang diraih IBT Unib disebut sebagai bentuk pengakuan atas komitmen lembaga tersebut dalam membina wirausaha muda berbasis teknologi dan riset. Di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unib, IBT telah melahirkan berbagai startup dari kalangan mahasiswa, alumni, dan masyarakat yang kini berkembang di sektor pangan, digital agribusiness, dan produk inovatif.
“Capaian ini hasil kerja kolektif seluruh tim dan tenant. Kami tidak hanya membina, tetapi juga memastikan startup binaan mampu bertahan, tumbuh, dan memberikan nilai ekonomi bagi universitas dan masyarakat. Saat ini kami juga menjajaki peluang pendanaan kolaborasi nasional dan internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Manajer Bidang Inkubasi dan Pelatihan IBT Unib, Refpo Rahman, S.Pd, M.Si, menegaskan bahwa IBT terus memperkuat model inkubasi berbasis pelatihan, mentoring, dan kolaborasi industri.
“Kami ingin mencetak startup tangguh yang menguasai teknologi digital, memiliki visi sosial, dan siap menembus pasar nasional maupun global,” ujarnya.
Ketua IBT Unib, Prof. Dr. Ir. M. Faiz Barchia, M.Sc, menambahkan bahwa IBT kini memiliki arah strategis untuk memperkuat daya saing dan peran universitas dalam dunia bisnis.
“Mimpi besar kami adalah menjadikan Unib sebagai universitas pencetak startup unggulan. IBT akan menjadi motor penggerak agar riset kampus bisa bertransformasi menjadi inovasi bisnis yang nyata dan berdampak,” ungkapnya.
Rektor Universitas Bengkulu, Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, melalui Wakil Rektor II Dr. Yulian Fauzi, S.Si, M.Si, turut memberikan apresiasi.
“Penghargaan ini membuktikan konsistensi IBT Unib dalam menjembatani perguruan tinggi dengan dunia usaha berbasis inovasi. Capaian ini harus menjadi motivasi bagi seluruh unit di Unib untuk terus berinovasi,” ujar Yulian.
Dengan prestasi ini, IBT Unib semakin diakui sebagai inkubator yang berhasil menghubungkan dunia akademik dengan ekosistem bisnis dan industri berbasis inovasi.

Social Header