CEO Edena Capital Nusantara, Wook Lee, menjelaskan bahwa EDENA Token hadir untuk menghubungkan dunia keuangan global dengan aset nyata di Indonesia melalui teknologi blockchain konsorsium.
“EDENA bukan sekadar kripto, tapi jembatan antara modal global dan ekonomi riil Indonesia,” ujar Wook Lee dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).
Ia menambahkan, tujuan utama pengembangan EDENA Token adalah membuka akses investasi yang transparan dan inklusif bagi masyarakat, sekaligus mendukung sektor UMKM, menciptakan lapangan kerja baru, dan menjadikan Indonesia pusat keuangan digital ASEAN.
Melalui inisiatif ini, Edena menargetkan pembukaan investasi mulai dari Rp100 ribu, penciptaan 100 ribu lapangan kerja baru, serta penurunan biaya pendanaan UMKM hingga 50 persen.
Dari sisi mitra platform, Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyatakan optimismenya terhadap potensi besar EDENA Token di pasar kripto tanah air yang terus berkembang pesat.
“Kami percaya EDENA Token dapat sukses di Indonesia karena memiliki utilitas nyata dan didukung oleh ekosistem yang kuat,” tutur Antony.
Indodax, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung proyek aset digital yang kredibel, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sebelumnya, Edena Capital juga menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Investasi untuk memfasilitasi investasi asing langsung (FDI) senilai USD10 miliar pada 2026, dan ditargetkan meningkat menjadi USD50 miliar pada 2027. Kolaborasi ini merupakan bagian dari kontribusi nyata Edena dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertemuan terkait kerja sama tersebut berlangsung di kantor pusat Kementerian Investasi, Jakarta, dihadiri oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, CEO Wook Lee, Direktur Yayang Ruzaldy, serta Komisaris Rendy Ronaldy Bimantara dan Rob Clinton Kardinal.
"Platform aset keuangan digital EDENA menjadi katalis penting dalam transformasi ekonomi Indonesia,” ujar Wamen Todotua Pasaribu.


Social Header