Bengkulu — BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan program bermanfaat, salah satunya Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan. Program ini memberikan kemudahan bagi peserta untuk memiliki rumah layak huni, melakukan renovasi, hingga mendukung pengembang dalam pembangunan rumah pekerja.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu, Ferama Putri, menjelaskan bahwa MLT Perumahan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kesejahteraan pekerja dan program nasional “3 juta Rumah” yang digagas pemerintah.
"Program MLT Perumahan ini memberikan berbagai kemudahan bagi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan untuk memiliki rumah, melakukan renovasi, atau mendapatkan bantuan uang muka. Selain itu, pengembang yang menjadi peserta aktif juga dapat memanfaatkan fasilitas kredit konstruksi,” ujar Ferama di Bengkulu, Minggu (26/10).
Ferama menyebut, terdapat empat jenis fasilitas pembiayaan dalam program MLT Perumahan, yaitu Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP), dan Kredit Konstruksi (KK) atau Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja (FPPP).
Tiga fasilitas pertama ditujukan bagi peserta individu dengan syarat minimal satu tahun terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, mengikuti sedikitnya tiga program (termasuk Jaminan Hari Tua/JHT), serta perusahaan tempat bekerja tertib dalam administrasi dan pembayaran iuran.
Sementara itu, fasilitas Kredit Konstruksi diperuntukkan bagi developer yang telah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan bertujuan mendukung pembangunan rumah bagi pekerja.
“Pengembang yang memenuhi syarat akan memperoleh surat rekomendasi dari BPJS Ketenagakerjaan untuk diajukan ke Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank pelaksana,” jelas Ferama.
Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Bank BTN sebagai bank penyalur pembiayaan. Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS), suku bunga untuk fasilitas kredit konstruksi ditetapkan sebesar BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) + 4%.
“Peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat memperoleh pembiayaan rumah dengan bunga lebih rendah tanpa mengurangi saldo JHT dan tanpa tambahan iuran. Sementara pengembang juga mendapat bunga kompetitif dan proses yang lebih mudah,” tambah Ferama.
Kepala Cabang BTN Bengkulu, Indriyanti, menegaskan bahwa kolaborasi BTN dan BPJS Ketenagakerjaan telah berlangsung lama, khususnya dalam mendukung pembiayaan sektor properti.
“Dari sisi pengembang, kami menyediakan fasilitas kredit konstruksi. Sedangkan dari sisi pekerja, kami bersama BPJS Ketenagakerjaan memberikan KPR dengan bunga lebih rendah dibandingkan KPR komersial,” ungkap Indriyanti usai pelaksanaan legal meeting dan akad kredit KMK Konstruksi MLT BPJS Ketenagakerjaan bersama PT Bintang Lacita Developer, Sabtu (25/10).
Ia menambahkan, fasilitas KPR MLT BPJS juga dapat dimanfaatkan oleh peserta yang telah terdaftar minimal satu tahun, termasuk untuk kebutuhan renovasi rumah.
"Bagi masyarakat di luar kategori penerima subsidi, program ini tetap menarik karena menawarkan bunga di bawah suku bunga komersial,” ujarnya.
Program MLT Perumahan diharapkan menjadi solusi bagi pekerja dan pengembang dalam mewujudkan hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan. Melalui sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BTN, semakin banyak pekerja di Bengkulu dan seluruh Indonesia diharapkan dapat mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.


Social Header