Bengkulu Selatan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 pada 16–17 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 700 peserta dari kalangan organisasi perempuan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta orang tua dan murid SLB dan PAUD.
Kegiatan yang dipusatkan di SLB Negeri 1 Bengkulu Selatan dan Lapangan Sekundang Setungguan, Kota Manna, tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Edukasi juga diberikan untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan, pelindungan konsumen, serta kewaspadaan terhadap pinjaman daring dan investasi ilegal.
Kepala OJK Provinsi Bengkulu Ayu Laksmi Syntia Dewi mengatakan, edukasi keuangan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. Menurutnya, masyarakat perlu memahami manfaat, risiko, serta hak dan kewajibannya sebagai konsumen.
“Selain mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan, OJK juga berperan dalam melindungi konsumen. Salah satunya melalui edukasi keuangan agar masyarakat semakin memahami dan mampu memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan secara bijak,” kata Ayu.
Ayu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur penawaran pinjaman daring maupun investasi dengan keuntungan tidak wajar. Masyarakat diminta menerapkan prinsip Legal dan Logis (2L), yakni memastikan legalitas penyelenggara serta menilai kewajaran manfaat dan keuntungan yang ditawarkan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan Susmanto mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan. Ia berharap kerja sama antara OJK dan pemerintah daerah terus berlanjut agar edukasi keuangan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang diselenggarakan OJK. Kami berharap OJK dapat kembali hadir dan berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan mendatang,” ujar Susmanto.
Selain edukasi keuangan, rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari Gebyar Semarak Merah Putih tersebut diisi dengan senam bersama dan lomba mewarnai untuk anak PAUD. Bank Bengkulu juga memperkenalkan produk Simpanan Pelajar (SimPel) untuk mendorong kebiasaan menabung sejak usia dini.
OJK Provinsi Bengkulu turut membuka layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan pengaduan konsumen. Layanan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi terkait layanan keuangan sekaligus menyampaikan pengaduan mengenai permasalahan yang dihadapi.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen, meningkat dibandingkan 2025 yang sebesar 92,74 persen. Sementara itu, pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 98 persen pada 2045 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
OJK mengimbau masyarakat memastikan legalitas lembaga jasa keuangan dan memahami risiko produk sebelum menggunakan layanan yang ditawarkan. Masyarakat yang menemukan penawaran investasi atau pinjaman daring mencurigakan dapat menghubungi Kontak OJK 157, WhatsApp 081-157-157-157, atau melalui email konsumen@ojk.go.id dan satgaspasti@ojk.go.id.

