Kepala Pegadaian Syariah Cabang Bengkulu Heriyadi mengatakan program tersebut menjadi bentuk kepedulian Pegadaian terhadap persoalan stunting di Indonesia, khususnya Bengkulu. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, angka stunting di Bengkulu masih berada di sekitar 18 persen.
“Ini menjadi salah satu perhatian Pegadaian untuk menurunkan angka stunting di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu,” kata Heriyadi.
Menurut Heriyadi, pemeriksaan kesehatan ibu hamil diharapkan menjadi langkah awal dalam membantu mencegah stunting sejak masa kehamilan. Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan janin.
Ketua POGI Bengkulu dr. Taufik Hidayat mengatakan ibu hamil yang mengikuti kegiatan mendapatkan layanan ultrasonografi (USG) secara gratis. Selain itu, peserta memperoleh multivitamin serta edukasi mengenai kesehatan kehamilan dan pencegahan stunting.
Ia menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan gangguan pertumbuhan janin. Deteksi sejak masa kehamilan dinilai penting sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah pertumbuhan anak.
Berdasarkan data 2024, angka stunting di Provinsi Bengkulu tercatat sekitar 18,8 persen. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan angka nasional yang berada di kisaran 19,6 persen.
Program Merdeka Stunting 2026 dilaksanakan secara serentak di 36 kota di Indonesia. Untuk Provinsi Bengkulu, kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan perdana dengan menyasar ibu hamil sebagai salah satu kelompok penting dalam upaya pencegahan stunting.



Social Header