Penyaluran tersebut setara dengan 11,1 persen dari total kuota pembiayaan KUR Syariah yang dialokasikan bagi BSI sepanjang tahun ini. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan pembiayaan KUR Syariah difokuskan pada sektor-sektor produktif, terutama makanan dan minuman halal, jasa, serta perdagangan.
“Penyaluran pembiayaan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan analisis makroekonomi serta tren kualitas pembiayaan, guna memastikan portofolio tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Kemas dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Dari total pembiayaan KUR Syariah yang disalurkan, sekitar 65 persen dialokasikan untuk sektor produksi, sedangkan 35 persen untuk sektor non-produksi. Komposisi tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pembiayaan sektor produktif guna meningkatkan nilai tambah ekonomi.
BSI juga optimistis pertumbuhan sektor UMKM akan tetap solid sepanjang 2026, didukung berbagai kebijakan dan stimulus pemerintah. Selain program KUR Syariah, penguatan ekosistem UMKM juga didorong melalui pengembangan ekosistem MBG serta penyediaan SPPG, di samping pembiayaan mikro dan segmen usaha kecil menengah.
Kinerja positif pada segmen UMKM turut memperkuat performa bisnis BSI secara keseluruhan. Hingga Februari 2026, total pembiayaan perseroan tercatat mencapai Rp323 triliun atau tumbuh 14,32 persen secara tahunan (year on year). Sementara itu, pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp52,43 triliun atau meningkat 6,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain pembiayaan, BSI juga memperkuat dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui berbagai program pendampingan. Inisiatif tersebut mencakup pelatihan usaha, kegiatan business matching, serta layanan BSI UMKM Center yang memberikan akses pembinaan dan pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.
BSI juga memberikan pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM binaan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing lebih tinggi di pasar domestik maupun global.
Ke depan, BSI berkomitmen terus memperkuat dukungan terhadap program pembangunan nasional melalui pembiayaan sektor ritel dan UMKM. Optimalisasi fungsi intermediasi antara penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran pembiayaan dinilai menjadi kunci dalam menjaga kinerja perusahaan tetap solid dan berkelanjutan.


Social Header