Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan dampak ekonomi dari program tersebut tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari aktivitas ekonomi baru yang mampu diciptakan di tengah masyarakat.
Menurutnya, dari sisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan pengeluaran, dampak awal program dapat tercermin melalui konsumsi pemerintah. Hal tersebut terutama berasal dari belanja barang dan jasa yang digunakan untuk mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan.
"Selanjutnya, peningkatan kunjungan dan aktivitas masyarakat selama kegiatan berpotensi mendorong transaksi dan pendapatan pelaku usaha, yang kemudian memberikan efek lanjutan terhadap konsumsi rumah tangga," kata Wahyu.
Ia menjelaskan, dari sisi lapangan usaha, dampak program tersebut terutama berpotensi terlihat pada sektor perdagangan serta penyediaan akomodasi dan makan minum.
Karena itu, keberhasilan Gebyar Semarak Merah Putih dapat dilihat dari seberapa besar tambahan aktivitas ekonomi yang tercipta dibandingkan kondisi normal.
Indikatornya antara lain peningkatan transaksi tunai maupun non-tunai melalui QRIS, pertumbuhan omzet pelaku usaha, jumlah pengunjung, hingga peningkatan aktivitas akomodasi dan konsumsi masyarakat selama rangkaian kegiatan berlangsung.
"Sehingga, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terserapnya anggaran, tetapi dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menciptakan tambahan transaksi, meningkatkan pendapatan pelaku usaha, dan memperluas perputaran ekonomi di daerah," jelasnya.
Pandangan BI tersebut menempatkan Gebyar Semarak Merah Putih bukan hanya sebagai rangkaian kegiatan dalam momentum perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dengan pelaksanaan kegiatan yang tersebar di 10 kabupaten/kota, perputaran ekonomi diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah. Pelaku UMKM, pedagang, sektor kuliner, akomodasi, jasa transportasi hingga berbagai sektor pendukung lainnya dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas masyarakat.
Bagi pemerintah daerah, capaian transaksi dan aktivitas ekonomi tersebut dapat menjadi indikator penting untuk mengevaluasi efektivitas program.
Dengan demikian, Rp6 miliar dana penghargaan diharapkan mampu menghasilkan efek ekonomi yang lebih luas melalui peningkatan transaksi, konsumsi masyarakat dan pendapatan pelaku usaha lokal.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pembangunan ekonomi daerah yang tidak hanya mengejar penyerapan anggaran, tetapi memastikan setiap belanja pemerintah mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.



Social Header