Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, PRONAS INDONESIA hadir untuk turut mewarnai gerakan buruh sebagai wadah alternatif bagi buruh di tanah air. Dengan semangat persatuan, organisasi ini berkomitmen bergerak menuju satu visi besar, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Juru Bicara KP PRONAS INDONESIA, Slamet Mulyadi, menegaskan bahwa May Day 2026 harus menjadi titik balik perjuangan dan perlawanan buruh terhadap ketidakadilan yang lebih terstruktur dan progresif.
“PRONAS INDONESIA lahir sebagai jawaban atas kebutuhan buruh akan persatuan yang tidak berkompromi terhadap penindasan. Kami hadir untuk memastikan bahwa hak-hak buruh kembali menjadi prioritas dalam kebijakan nasional,” ujar Slamet Mulyadi di sekitar Bundaran Patung Kuda.
Dalam aksi tersebut, KP PRONAS INDONESIA mengusung sejumlah poin tuntutan krusial yang terangkum dalam agenda besar mereka, di antaranya:
1. Regulasi Ketenagakerjaan: Mendesak pembentukan UU Ketenagakerjaan baru yang berorientasi pada penguatan industri nasional dan kesejahteraan buruh secara nyata.
2. Kedaulatan Ekonomi: Menolak tegas praktik imperialisme dan oligarki, serta menuntut pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 secara murni.
3. Pemberantasan Korupsi: Menuntut segera disahkannya UU Perampasan Aset Koruptor demi menyelamatkan kekayaan negara.
4. Kepastian Kerja: Menuntut penghentian PHK sepihak, penghapusan sistem outsourcing, dan pembukaan lapangan kerja yang luas.
5. Perlindungan Pekerja Digital dan Sektoral: Menuntut pembatasan potongan aplikasi ojek online maksimal 5 persen, mendesak pemerintah membangun BUMN aplikasi atau mengambil alih aplikasi yang terbukti tidak adil, serta penerapan Upah Minimum Nasional sesuai KHL.
6. Pemberdayaan Ekonomi Buruh: Mendorong kepemilikan saham bagi buruh melalui penguatan koperasi.
7. Hak Dasar dan Perlindungan Sosial: Jaminan kesehatan gratis bagi rakyat serta pembebasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari jerat TPPO.
8. Stop diskriminasi terhadap buruh perempuan.
9. Solusi Industrial: Pembentukan Komisi Nasional Hubungan Industrial (KNHI) sebagai mediator yang adil bagi konflik ketenagakerjaan.
Melalui momentum May Day ini, KP PRONAS INDONESIA mengajak seluruh elemen buruh di Indonesia untuk merapatkan barisan dan berjuang bersama.
Kehadiran PRONAS diharapkan mampu menjadi motor penggerak baru yang menyatukan serikat-serikat buruh independen di seluruh Indonesia dalam satu barisan perjuangan yang progresif demi meraih kesejahteraan bersama.


Social Header