Dalam pertemuan tersebut, Pelindo menegaskan Indonesia memiliki posisi strategis di jalur perdagangan global dengan volume logistik yang besar. Oleh karena itu, pengembangan transshipment hub dinilai sebagai langkah penting untuk menangkap arus perdagangan regional, meningkatkan direct call, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Pelindo juga menilai keberadaan hub logistik di dalam negeri akan mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan hub di luar negeri. Selain itu, upaya ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya dan waktu dalam proses distribusi barang, sehingga memberikan dampak positif bagi daya saing nasional.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, Pelindo turut menginisiasi pengembangan sistem digital bernama ADHARA. Platform ini dirancang sebagai digital hub yang mengintegrasikan terminal, layanan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem logistik nasional yang terhubung.
ADHARA diharapkan menjadi enabler menuju implementasi Satu Data Logistik Nasional. Dengan sistem yang terintegrasi, transparansi dan efisiensi di sektor logistik dapat meningkat secara signifikan, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dan pelaku usaha.
Melalui sinergi bersama Bappenas dan berbagai pemangku kepentingan, Pelindo optimistis transformasi logistik nasional dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat logistik di tingkat regional maupun global.


Social Header