Ketua Umum HPMPI, Steven, mengatakan kenaikan harga Dexlite hingga 66 persen telah mengganggu keseimbangan pasar di tingkat retail. Dampaknya, daya saing Pertashop menurun karena terjadi pergeseran konsumsi ke BBM subsidi.
“Kenaikan Dexlite hingga 66 persen memberi tekanan besar bagi Pertashop. Selisih harga yang lebar mendorong masyarakat beralih ke BBM subsidi,” ujar Steven, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, sebagai penyalur BBM skala kecil, Pertashop sangat bergantung pada stabilitas harga. Ketika disparitas harga terlalu tinggi, masyarakat cenderung memilih bahan bakar yang lebih murah seperti Bio Solar.
HPMPI meminta pemerintah menjaga keseimbangan harga antara BBM subsidi dan non-subsidi agar tidak terlalu timpang. Penyesuaian harga dinilai perlu dilakukan secara terukur untuk menjaga keberlanjutan usaha dan stabilitas fiskal.
Selain itu, HPMPI juga mendorong kebijakan harga yang lebih stabil agar tidak berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat maupun sektor hilir energi.
“Kami berharap kebijakan harga ke depan lebih berimbang, menjaga daya beli masyarakat sekaligus keberlangsungan usaha Pertashop,” tegasnya.
HPMPI menilai, langkah tersebut penting untuk menciptakan sistem harga energi yang adil dan berkelanjutan, sekaligus menjaga distribusi BBM hingga ke tingkat desa.


Social Header