Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan mengenai rencana penerapan PFS di Pelabuhan Pulau Baai. Program tersebut merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan tata kelola layanan kepelabuhanan agar lebih transparan, terstruktur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, manajemen PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu memaparkan mekanisme penerapan PFS, ruang lingkup layanan, serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas pelayanan di pelabuhan.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan KSOP Kelas III Pulau Baai, Pelindo Regional 2 Bengkulu, Ketua DPW APBMI Bengkulu, serta pimpinan perusahaan bongkar muat. Para peserta juga aktif memberikan masukan dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, Mochammad Choiron Yusuf, mengatakan komunikasi terbuka dan koordinasi yang baik dengan para pelaku usaha bongkar muat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus logistik di Bengkulu.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini seluruh PBM memiliki pemahaman yang sama terkait penerapan PFS, sehingga implementasinya dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jasa. Momentum Ramadan ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk mempererat sinergi dan kemitraan yang telah terjalin,” ujar Choiron.
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana kebersamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan profesional sekaligus membangun komunikasi yang harmonis antara operator terminal dan para pelaku usaha.
PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kolaborasi dengan APBMI dan seluruh PBM guna mendukung terciptanya sistem kepelabuhanan yang andal dan berdaya saing di Pelabuhan Pulau Baai.
PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu yang berlokasi di Kota Bengkulu melayani berbagai komoditas, mulai dari curah kering, curah cair hingga general cargo. Komoditas curah kering yang ditangani antara lain klinker, limestone, batubara, dan cangkang. Untuk curah cair meliputi CPO dan aspal. Sementara pada layanan general cargo mencakup alat berat, material konstruksi, serta petikemas.
Perusahaan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, keselamatan, serta efisiensi operasional pelabuhan melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan pelabuhan yang modern, tangguh, dan berdaya saing.
