Breaking News

Dishub Bengkulu Pastikan Transportasi Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026


Bengkulu - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan kesiapan sektor transportasi darat, laut, dan udara untuk melayani masyarakat yang akan pulang kampung. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Hendri Kurniawan, dalam dialog publik yang membahas kesiapan transportasi dan ketersediaan bahan bakar menjelang mudik.

Hendri menjelaskan, arus mudik merupakan tradisi nasional yang setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Provinsi Bengkulu sendiri diprediksi menjadi daerah tujuan pemudik, sehingga jumlah kendaraan dan masyarakat yang masuk ke wilayah ini diperkirakan meningkat dibanding hari biasa.

“Bengkulu ini menjadi daerah tujuan pemudik. Artinya akan banyak kendaraan dan masyarakat yang masuk, sehingga kita harus mengantisipasi mulai dari kesiapan sumber daya hingga peralatan,” ujar Hendri.

Sebagai langkah awal, Dinas Perhubungan telah melakukan ram check terhadap seluruh armada bus yang beroperasi di Bengkulu guna memastikan kelaikan kendaraan. Ram check dilakukan pada sejumlah perusahaan otobus yang melayani rute antar kota, seperti Putra Rafflesia, Sun Travel, CES, Paimaham, Putra Simas hingga perusahaan bus baru dari Padang yang melayani rute Bengkulu–Padang.

Menurut Hendri, kendaraan yang dinyatakan tidak laik jalan tidak akan diperbolehkan beroperasi selama masa angkutan Lebaran. Selain itu, menjelang satu minggu sebelum Lebaran, pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap kondisi kesehatan sopir bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan tenaga kesehatan.

“Jika sopir terindikasi menggunakan narkoba atau dalam kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, maka tidak diperkenankan mengemudikan kendaraan,” tegasnya.

Di sektor transportasi laut, Dishub Bengkulu juga memastikan kesiapan pelabuhan Pulau Baai yang melayani rute menuju Pulau Enggano melalui Pelabuhan Kahyapu dan Malakoni. Saat ini terdapat dua kapal yang beroperasi, yakni KMP Pulau Tello dan KMP Husni Tamrin, yang telah menjalani perawatan dan pemeriksaan standar pelayanan minimum sebelum masa mudik.

“Untuk kapal laut sudah dilakukan docking dan pemeriksaan. Kapalnya sudah kembali ke Bengkulu dan dinyatakan laik berlayar menuju Enggano,” jelas Hendri.

Sementara di sektor transportasi udara, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu juga telah diperiksa dan dinyatakan siap melayani peningkatan mobilitas penumpang selama periode mudik Lebaran.

Sementara itu, Dishub Bengkulu juga telah memetakan sejumlah jalur yang berpotensi mengalami kepadatan selama mudik, di antaranya jalur Bengkulu–Curup–Lubuklinggau, Bengkulu–Manna, serta beberapa ruas jalan dalam Kota Bengkulu.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan gangguan perjalanan, pemerintah bersama kepolisian dan instansi terkait akan mendirikan pos pengamanan (Pospam) di sejumlah titik strategis. Selain itu, alat berat juga disiagakan di titik rawan longsor guna mempercepat penanganan jika terjadi bencana.

Pemerintah juga menyiapkan jalur alternatif Sindang Kelingi–Susup–Ujan Mas menuju Curup yang telah diresmikan pada akhir 2025. Jalur ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalur utama Bengkulu–Curup yang selama ini menjadi titik kemacetan saat mudik.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah berharap arus mudik Lebaran tahun ini di Bengkulu dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Selain transportasi, ketersediaan BBM juga menjadi perhatian penting dalam mendukung kelancaran arus mudik. Ketua Umum Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven, menyampaikan bahwa di Provinsi Bengkulu saat ini terdapat sekitar 200 titik Pertashop yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurutnya, keberadaan Pertashop sangat membantu masyarakat, terutama di daerah pelosok yang jauh dari SPBU. Namun ia mengakui sebagian Pertashop saat ini masih menghadapi kendala distribusi BBM sehingga operasionalnya belum maksimal.

“Ada beberapa Pertashop yang masih mengalami kendala suplai sehingga belum bisa beroperasi optimal. Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina agar distribusi BBM ke wilayah pelosok dapat lebih lancar,” ujar Steven.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik terkait isu kelangkaan BBM yang sempat beredar. Menurutnya, fenomena antrean panjang di beberapa SPBU lebih dipicu oleh panic buying setelah muncul informasi yang menyebutkan stok BBM terbatas.

“Kalau masyarakat panik dan membeli BBM berlebihan, antrean akan semakin panjang. Padahal Pertamina terus menyalurkan BBM selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Steven memprediksi konsumsi BBM selama arus mudik Lebaran tahun ini akan mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah kendaraan yang masuk ke Bengkulu. Oleh karena itu, ia berharap distribusi BBM dapat berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat selama perjalanan mudik tetap terpenuhi.

© Copyright 2022 - wartabisnis.id