BI dan Pemprov Bengkulu Bantu Combine Harvester untuk Petani Mukomuko
Penggunaan Combine Harvester diharapkan dapat menekan biaya operasional sekaligus mempercepat proses panen padi. Bantuan ini merupakan bagian dari sinergi Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Bank Indonesia dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta percepatan swasembada pangan.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan, penggunaan alat tersebut berpotensi menghemat biaya panen hingga Rp2,3 juta per hektare dibandingkan metode manual. Jika panen secara manual membutuhkan biaya sekitar Rp3 juta per hektare, penggunaan Combine Harvester hanya memerlukan biaya bahan bakar sekitar Rp200 ribu dan operator Rp500 ribu.
“Dengan alat ini, pekerjaan petani menjadi lebih ringan, biaya panen bisa ditekan, dan waktu pengerjaan jauh lebih singkat. Harapannya, hasil pertanian semakin optimal dan kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Mian.
Selain menekan biaya, Combine Harvester juga mempercepat waktu pengerjaan. Panen satu hektare lahan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 1,5 hingga 2,5 jam. Sementara dengan cara manual, petani membutuhkan waktu dua hingga tiga hari untuk luasan lahan yang sama.
Mian menyebut dukungan teknologi pertanian menjadi salah satu langkah untuk menjaga produktivitas pangan, terutama menghadapi ancaman El Nino. Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani. Penggunaan Combine Harvester dinilai membantu proses pemanenan sekaligus mengoptimalkan pengumpulan gabah.
“Alat Combine Harvester ini sangat baik untuk membantu proses panen. Gabah dapat terkumpul dengan lebih optimal sehingga proses pemanenan menjadi lebih efektif dan efisien. Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” ujar Wahyu.
Perwakilan Kelompok Tani Mekar Sari, Ngadimo, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bengkulu atas bantuan tersebut. Ia berharap fasilitas itu dapat membantu meringankan pekerjaan dan biaya panen anggota kelompok tani.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Bupati Mukomuko Choirul Huda, Wakil Bupati Rahmadi AB, Sekretaris Daerah Mukomuko Marjohan, Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu Yuliswani, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu Desman Siboro.




