Kenaikan laba terjadi seiring pertumbuhan pendapatan, penguatan profitabilitas, dan realisasi sinergi setelah merger. Sepanjang enam bulan pertama 2026, pendapatan XLSMART mencapai Rp24,03 triliun atau tumbuh 26 persen secara tahunan.
EBITDA yang dinormalisasi tercatat Rp11,05 triliun, meningkat 19 persen dibandingkan semester I-2025. Margin EBITDA perusahaan berada di level 46 persen.
Presiden Direktur dan CEO XLSMART Rajeev Sethi mengatakan, semester pertama 2026 menjadi periode penting bagi perusahaan setelah menjalani proses integrasi jaringan secara intensif.
Menurut Rajeev, XLSMART kini mulai memasuki tahap optimalisasi dengan memanfaatkan skala jaringan, portofolio spektrum, dan strategi multi-merek. Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan pendapatan yang ditopang konsumsi data dan penguatan ARPU.
“Ini tercermin dari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, ditopang konsumsi data yang sehat dan ARPU yang terus menguat, serta momentum komersial yang terus membaik lewat pengalaman pelanggan yang semakin kuat dan adopsi 5G yang meluas,” kata Rajeev dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).
Blended average revenue per user (ARPU) XLSMART meningkat menjadi Rp47.100 pada semester I-2026 dari Rp38.200 pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut didorong strategi harga yang lebih disiplin dan optimalisasi portofolio pelanggan.
Trafik layanan data juga tumbuh 19 persen secara tahunan menjadi 7.934 petabyte. Pertumbuhan konsumsi data antara lain didorong penggunaan layanan streaming, mobile gaming, dan layanan berbasis cloud.
Pasca-merger, XLSMART terus melakukan konsolidasi jaringan. Hingga akhir Juni 2026, sekitar 92 persen site telah terintegrasi ke jaringan XLSMART, sementara sekitar 15.000 site yang dinilai redundant telah dibongkar.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan biaya operasional berulang sekaligus meningkatkan efisiensi jaringan. Jumlah BTS XLSMART mencapai 265.442 unit pada semester I-2026 atau tumbuh sekitar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sekitar separuh penambahan BTS dalam setahun terakhir berada di luar Pulau Jawa, termasuk Sulawesi dan Kalimantan. Perluasan tersebut turut memperkuat cakupan layanan 5G, termasuk di Balikpapan dan Banjarmasin.
Realisasi sinergi kotor hasil merger mencapai 153 juta dollar AS sepanjang semester I-2026. Nilai tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan semester I-2025 yang mencapai 48 juta dollar AS.
Sinergi diperoleh melalui negosiasi dengan mitra dan kontraktor, optimalisasi operasional jaringan, utilitas dan fiber, pengurangan biaya regulasi dari site yang dinonaktifkan, efisiensi organisasi, serta sinergi pemasaran.
XLSMART juga terus memperluas layanan 5G dengan konsep blanket coverage. Hingga semester I-2026, layanan 5G telah tersedia di 52 kota dengan dukungan sekitar 15.000 BTS 5G.
Cakupan populasi layanan 5G XLSMART mencapai sekitar 23 persen secara nasional. Sementara kontribusi trafik 5G terhadap pertumbuhan trafik keseluruhan mencapai 27 persen.
Perusahaan menyebut pengalaman penggunaan jaringan 5G meningkat sekitar 2,5 kali dibandingkan jaringan 4G. Saat ini, XLSMART memiliki total portofolio spektrum sebesar 217 MHz yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan jaringan pascamerger.
Pada 2026, jaringan XLSMART juga memperoleh sejumlah pengakuan dari Ookla, termasuk Indonesia’s Best Mobile Network 2026, Fastest 5G Network, Best 5G Network, dan Best 5G Video Experience.
Dari sisi layanan digital, XLSMART mencatat sekitar 36 juta pengguna aktif bulanan atau monthly active users (MAU) pada aplikasi myXL, AXISNet, dan mySF. Lebih dari 60 persen pendapatan layanan mobile perusahaan kini berasal dari kanal digital.
XLSMART juga bekerja sama dengan Google untuk menghadirkan Gemini AI Plus dan penyimpanan berbasis cloud bagi pelanggan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan konsumsi data, keterlibatan pengguna di kanal digital, loyalitas pelanggan, dan ARPU.
Sementara itu, total utang kotor XLSMART turun menjadi Rp20,87 triliun pada akhir Juni 2026. Rasio net debt to EBITDA, termasuk pembiayaan sewa, tercatat sebesar 2,61 kali.
Perusahaan menyatakan tidak memiliki utang dalam denominasi dollar AS. Sekitar 90 persen dari total pinjaman menggunakan suku bunga mengambang, sedangkan 10 persen menggunakan suku bunga tetap.
Belanja modal atau capitalized capex XLSMART sepanjang semester I-2026 mencapai Rp10,27 triliun. Belanja tersebut terutama digunakan untuk mendukung integrasi jaringan dan mempercepat ekspansi layanan 5G.



Social Header