Bengkulu – Bank Indonesia (BI) perwakilan Bengkulu mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat melakukan pembayaran menggunakan QRIS untuk menghindari modus penipuan “timpa QRIS” yang banyak beredar. Imbauan ini disampaikan seiring semakin luasnya penggunaan QRIS yang kini telah menjadi bagian dari kebiasaan transaksi masyarakat.
Deputi Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, mengatakan perkembangan QRIS selama tujuh tahun terakhir telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan pembayaran. Namun, meningkatnya transaksi digital juga diikuti dengan risiko baru yang perlu diantisipasi melalui penguatan perlindungan konsumen.
“QRIS saat ini sudah mengakar, jadi mengubah kultur dan lifestyle masyarakat di Indonesia. Orang sudah jarang mungkin memegang uang cash, jadi ini lebih mudah,” kata Irfan saat Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 di Bencoolen Mall (BIM), Bengkulu.
Menurut Irfan, masyarakat sebagai konsumen harus memastikan terlebih dahulu nama merchant yang muncul sebelum mengonfirmasi pembayaran QRIS. Langkah sederhana tersebut penting untuk memastikan dana dikirim kepada penerima yang tepat.
“Ketika melakukan pembayaran, tolong dicek dulu, konfirmasi kepada penjualnya apakah benar nama penjualnya ini,” ujarnya.
BI Bengkulu juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya mengandalkan bukti berupa tangkapan layar atau screenshot pembayaran. Merchant perlu memastikan dana benar-benar masuk melalui notifikasi transaksi atau pengecekan pada sistem pembayaran yang digunakan.
“Dari sisi penjual juga perlu mengonfirmasi apakah angka atau uangnya sudah benar-benar masuk. Kadang mereka juga ada yang tertipu pakai screenshot palsu dan lain sebagainya,” jelasnya.
Irfan mengatakan perlindungan konsumen kini menjadi perhatian penting BI setelah sebelumnya fokus utama QRIS adalah memperluas jumlah pengguna dan transaksi. Semakin banyak masyarakat menggunakan pembayaran digital, semakin besar pula kebutuhan terhadap literasi keamanan transaksi.
“Kita perlu mendorong perlindungan konsumen agar masyarakat lebih aware, lebih sadar dan tidak merugikan bagi masyarakat,” katanya.
BI juga mendorong perbankan dan penyedia layanan pembayaran menghadirkan fitur notifikasi transaksi yang dapat membantu merchant maupun konsumen memastikan pembayaran berhasil. Dengan langkah tersebut, risiko kesalahan transaksi maupun penipuan dapat ditekan.
BI Bengkulu mengajak masyarakat tidak terburu-buru saat melakukan pembayaran QRIS. Pastikan nama merchant sesuai, nominal transaksi benar, dan pembayaran telah terkonfirmasi sebelum meninggalkan lokasi transaksi.



Social Header