Aktivitas Angkutan Laut dan Udara di Bengkulu Menurun pada Mei 2026, BPS: Volume Bongkar Muat Barang Justru Meningkat


Bengkulu – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat aktivitas transportasi laut dan udara di Bengkulu mengalami penurunan pada Mei 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan terjadi pada jumlah perjalanan maupun jumlah penumpang, meski aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Pulau Baai justru mengalami peningkatan.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengatakan berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Nomor 44/07/17/Th. XXVIII yang dirilis 1 Juli 2026, lalu lintas angkutan laut di Provinsi Bengkulu pada Mei 2026 tercatat sebanyak 74 kapal. Jumlah tersebut turun 6,33 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 79 kapal.

"Jumlah penumpang angkutan laut juga mengalami penurunan. Pada Mei 2026 tercatat sebanyak 1.668 penumpang atau turun 12,58 persen dibandingkan April 2026 yang sebanyak 1.908 penumpang," ujar Win Rizal.

Meski demikian, aktivitas logistik melalui Pelabuhan Pulau Baai menunjukkan tren positif. Volume barang yang dibongkar muat pada Mei 2026 mencapai 216.189 ton atau meningkat 3,36 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebanyak 209.160 ton.

Menurut Win Rizal, peningkatan volume barang tersebut menunjukkan aktivitas distribusi logistik masih berjalan baik meskipun mobilitas penumpang dan jumlah kapal mengalami penurunan.

Sementara itu, di sektor transportasi udara, BPS juga mencatat adanya penurunan aktivitas di Bandara Fatmawati Soekarno. Jumlah penerbangan selama Mei 2026 tercatat sebanyak 334 penerbangan, turun 9,49 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 369 penerbangan.

Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang angkutan udara. Selama Mei 2026, jumlah penumpang yang dilayani Bandara Fatmawati Soekarno mencapai 35.807 orang atau berkurang 14,49 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebanyak 41.877 orang.

Adapun volume barang yang diangkut melalui jalur udara relatif stabil. Pada Mei 2026, jumlah barang yang diangkut mencapai 83.638 kilogram, turun tipis 0,86 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar 84.362 kilogram.

Win Rizal menjelaskan, data tersebut menjadi gambaran perkembangan sektor transportasi di Bengkulu yang masih dipengaruhi dinamika mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. BPS akan terus memantau perkembangan sektor transportasi sebagai salah satu indikator penting dalam melihat pergerakan perekonomian daerah.

© Copyright 2022 - Wartabisnis.id | Bisnis Mendunia